ini adalah artikel dari tugas lingkungan bisnis di STMIK AMIKOM YOGYAKRTA. Tempat kuliah orang berdasi
ABSTRAK
Kenapa
saya mengambil contoh karya ilmiah tentang produksi martabak telur karena banyaknya
pedangang martabak telur dan peminatnya yang tidak kunjung surut. Dan sayapun
tertarik untuk menjadikannya contoh karya ilmiah untuk tugas akhir lingkungan
bisnis ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadikan inspirasi buat teman teman
semua dan dapat di kembangkan untuk peluang bisnis sehingga dapat menghasilkan
pundi pundi rupiah,saya mengambil contoh ini karna selain saya suka martabak
telur saya melihat banyaknya franchise martabak telur. Tentu ini bisnis yang
sangat menggiurkan.
ISI
·
Bahan
Membuat Martabak Telur
Bahan untuk membuat martabak telur tidak
sesulit yang dibayangkan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat martabak ini
terbagi menjadi dua, yaitu bahan baku untuk adonan martabak telur untuk kulit
dan isinya. Untuk bahan kulitnya yang dibutuhkan adalah telur, tepung terigu,
air, garam, minyak goreng. Untuk bahan isiannya dibuat dari campuran daging
cincang, bawang putih, bawang bombay, telur (ayam atau bebek), daun bawang,
santan, merica garam dan gula pasir. Untuk bumbu sausnya diperlukan cuka, cabe
rawit, gula merah, bawang merah dan acar mentimun. Bahan – bahan untuk membuat
kedua jenis maratabak tersebut bisa dibeli dengan mudah di supermarket atau
pasar terdekat. Supaya bisa menghemat pengeluaran maka sebaiknya membeli bahan
– bahan martabak ini di pasar tradisional karena di psar tradisional harga
bahan – bahan makanan tergolong lebih mudah dan memiliki kualitas yang sama
seperti di toko atau supermarket.
·
Tempat
Usaha
Hampir semua tempat bisa dijadikan lokasi
untuk usaha kuliner martabak. Buktinya di berbagai pusat keramaian dan ruas
jalan pasti akan ditemukan satu atau dua usaha kuliner martabak. Untuk
mendapatkan tempat yang paling strategis, Anda harus melakukan survei terlebih
dulu. Biasanya, usaha kuliner martabak berdiri di pasar, sekitar perumahan,
kawasan perkantoran, tempat wisata, di mal atau pusat perbelanjaan.
·
Resiko Usaha
Pesaing adalah resiko yang paling sering
dihadapi usaha martabak. Apalagi akhir – akhir ini semakin banyak orang yang
mendirikan usaha martabak waralaba. Oleh karena itu, saat survei lokasi usaha,
carilah tempat yang belum banyak penjual martabaknya. Kalaupun sudah ada usaha
martabak, sebaiknya pilih lokasi yang letaknya tidak berdekatan.
Banyak diantara para penjual martabak telur yang
sukses meraup omset Rp. 3.000.000 per hari. Itu bisa menjadi sebuah penguat
bahwa bisnis martabak telur memang sangat menggiurkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar